Mengenal Candi Borobudur Magelang, Berdiri Kokoh Sejak Abad Tujuh Masehi

candi borobudur
Kemegahan Candi Borobudur yang selalu dipadati pengunjung dari dalam dan luar negeri. ( foto kemendikbudgoid)

SIGIJATENG – Candi Borobudur di Kabupaten Magelang Jawa Tengah adalah destinasi wisata andalan Jawa Tengah bahkan Indonesia. Jumlah pengunjung  dari hari ke hari juga terus bertambah, tidak hanya wisatawan domestic, tetapi juga mancanegara.

Namun karena pandemi Covid-19 ini, candi Budha ini ditutup untuk sementara waktu. Pengelola dan Pemprov Jateng sudah melakukan uji coba pra kandisi untuk dibuka kembali saat new normal, namun sejauh ini juga belum ditentukan kapan dibuka lagi.

Bicara Candi Borobudur, bisa disebut tempat tujuan wisata bagi anak-anak SD di Jawa Tengan dan sekitarnya. Seakan tidak sempurnya jika anak-anak Jawa Tengah lulus SD belum pikni ke Borobudur, yang kemudian berlanjut ke beberapa tempat wisata di Jogja.

Jika anak-anak SD Jawa Tengah pikniknya ke Borobudur, kalau SMP, anak-anak SMP Jawa Tengah tujuan wisatanya biasanya sudah keluar Jawa Tengah, yakni Jawa Barat, Jakarta dn Jawa Timur. Namun jika sudah SMA, biasanya anak-anak SMA Jawa Tengah pikniknya adalah ke Bali, Lombok, bahkan ada yang sudah sampai ke luar negeri.

Arti Borobudur

Nama Borobudur diambil dari kata Boro yang artinya kuil atau candi, dan Budur yang artinya bukit. Maka Borobudur artinya sebagai candi di atas bukit. Penamaan ini disebutkan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya berjudul Sejarah Pulau Jawa.

Candi Borobudur terbagi dalam tiga bagian falsafah Buddhis, yang dapat Anda telusuri dari dasar candi menuju ke puncak, dengan melewati 10 tingkatan candi. Tiga bagian falsafah tersebut yakni, Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia berbentuk), dan Arupadhatu (dunia tak berbentuk).

Sejarah Borobudur

Candi ini konon dibangun pada abad ke tujuh. Keseluruhan bentuk bangunan candi menyerupai bunga teratai atau lotus, bunga yang dianggap suci oleh umat Buddha. Candi Borobudur ini adalah salah satu peninggalan terbesar Dinasti Kerajaan Syailendra yang memeluk Agama Buddha, pada masa kekuasaan Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno.

Candi ini dibangun pada tahun 824, dengan lama pembangunan sekitar 100 tahun. Sampai saat ini tercatat telah mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1907 – 1911 oleh Theodorus Van Erp pada masa kolonial Belanda, dan yang kedua di tahun 1973 – 1983 oleh Presiden Soeharto dibantu Unesco. Candi ini dibangun 300 tahun lebih dulu dibandingkan Angkor Wat di Kambodja.

Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia ini terdiri dari 72 stupa terawang, satu stupa induk, dan 504 patung arca, dengan tinggi candi 42 meter sebelum pemugaran. Relief-relief yang terukir pada batu candi berjumlah 1460 dan menceritakan tentang kehidupan. Candi Borobudur sendiri dibangun menggunakan batu-batu vulkanik berjumlah lebih dari dua juta batu, yang disusun dengan pola kepunden berundak.

Rute ke Borobudur

Untuk menuju Candi Borobudur bukanlah sulit. Karena jalan lokasnya jalan menuju lokasi itu juga sudah bagus dan lebar. Kalau dari Semarang, ambil rute menuju Jogja. Sampai Magelang, nanti belok kanan. Ada papan penunjuk arah menuju lokasi di tengah kota Magelang. Jika masih bingung, disarankan langung klik googlemaps.

Kalau sampai di lokasi sore hari Anda juga jangan panic. Karena di sekitar candi sudah banyak berdiri hotel dan lomen. Bahkan, belakangan ini juga muncul banyak home stay di perkampungan sekitar candi. Sewanya juag relative terjangkau. Dan saat ini, Borboudur juga dilengkapi dengan berbagai aneka ragam tempat bermain. Pokoknya asyik deh…..

Letak Borobudur

Candi Borobudur berada di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Secara geografis Desa Borobudur berupa dataran dan di bagian tengah terdapat tiga bukit, masing-masing Bukit Jaten, Bukit Borobudur dan Bukit Dagi. Sedang diwilayah bagian barat tepatnya didusun Mahitan ada bukit bakal, warga Mahitan biasa menyebut Gunung Bakal.

Di Desa Borobudur mengalir 2 sungai yang juga menjadi batas desa yaitu Sungai Sileng di selatan dan Sungi Progo di utara.

Adapun Batas-batas wilayah Desa Borobudur antara lain,

Sebelah Utara: Desa Bumiharjo dan Sungai Progo yang berbatasan dengan Kec. Mungkid

Sebelah Timur: Desa Wanurejo

Sebelah Selatan: Desa Tuksongo

Sebelah Barat: Desa Karangrejo dan Desa Wringin Putih

Candi Borobudur mengandung banyak yang hingga kini belum bisa terungkap secara pasti. Namun, kemegahan dan keajaibannya sungguh mempesona hingga pengunjung akan selalu tertarik melihatnya, meski sudah berkunjung berkali-kali. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here