Wujudkan Cita, Kuliah Sambil Loper Koran, Anak Yatim Ini Lulus dengan IPK 3,90

masrur_sigi_demak
Nashrur Rohim mahasiswa FEBI UIN Walisongo sukses meaih nilai cumlaude. ( foto ist/sigijateng)

SIGIJATENG –  Keterbatasan ekonomi jangan dijadikan alasan untuk mengubur mimpi dan cita-cita. Ingat pepatah arab ‘Man Jadda Wajada’. Siapa yang sungguh-sungguh akan medapatkan hasil yang diinginkan.

Soo..Jika Anda adalah salah satu orang yang berasal dari keluarga yang berada, jangan patah semangat. Jangan buru-buru mengubur mimpi dan cita-cita Anda. Sudah banyak contoh oang-orang yang sukses dari keluarga kurang beruntung.

Salah satu orangnya yakni Nashrur Rohim. Dia adalah anak yatim dari Demak Jawa Tengah. Namun dia sukses menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Islam UIN Walisongo. Dia diwisuda pada Rabu (28/8/2019) dengan Indeks Pretasi Kumulatif (IPK) yang berhasil diraih yakni 3,90 (alias cumlaude).  Agar bisa menyelesaikan kuliah, dia rela jualan loper koran.

Nashrur lahir di Demak pada 11 Desember 1997. Hidup dengan ibu serta keempat saudaranya yang telah menikah. Ayahnya telah meninggal dunia. Tekadnya yang kuat untuk mewujudkaan mimpi dan cita-citanya, Nashrur tetap kuliah dengan berusaha membiayai kebutuhannya sendiri. Sedangka untuk biaya kuliah dibantu oleh saudara-saudaranya. Usaha untuk membiaya hidupnya sehari-hari di Semarang Nashrur ikut loper koran.

“Saya pilih ini, karema kerjanya tidak terlalu berat. Lama kerjanya juga beberapa jam. Alhamdulillah..,” katanya kepada sigijateng.

Dia kuliah ambil jurusan D3 Perbankan Syariah. Pekerjaannya sebagai loper koran dimulai sejak 2016 saat semester awal dengan gaji berkisar Rp 600 ribuan. Setiap harinya, mulai pukul 05.00 – 06.30 ia berkeliling mengantar koran ke berbagai tempat di Semarang. Wilayah sebarannya yakni daerah Wonodri, MT. Haryono, Barito, Jl. Majapahit, Jl. Soekarno Hatta dan di Kelurahan Penggaron.  Karena banyak langganan yang harus dikirim, kalau ada jadwal kuliah pagi sering telat masuk. Bekerjanya sebagai loper koran berhenti menjelang akhir kuliah dengan tujuan untuk Tugas Akhirnya.

Selain sibuk kuliah dan bekerja, Mashrur ternyata juga mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Bisnis (KOBI). Berbagai kesibukannya itu telah membuatnya belajar tentang kerja keras dan manajemen waktu. Ia pun berpesan kepada teman-temannya untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang ada.

“Saya berharap kepada teman-teman supaya manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan jangan sampai mengecewakan orang tua. Barangkali ada yang nasibnya lebih buruk dari saya, tekadnya harus bulat untuk menggapai cita-cita,” ucap Nashrur.

Sementara, Rektor UIN Walisongo  Prof Dr Imam Taufiq menyatakan, apa yang yang telah diukir  Nashrur adalah buah dari ketekunan dan kedisiplinan yang dilakukan selama ini.  Dia bisa menjalani kuliah dengn bekerja, namun juga sama-sama meraih hasil memuaskan. “Man Jadda wa Jadda. Siapa yang sungguh-sungguh akan mendaparkan yang diinginkan. Alhamdulillah. Dia bisa meraih pretasi membanggakan,” kata Imam. (*)

Sumber : https://sigijateng.id/2019/inspiratif-sambil-loper-koran-mahasiswa-febi-uin-walisongo-asal-demak-raih-ipk-390/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here